Hai Para Penahan Nafsu

Engkau tiada menangis tersedu

kala dada dan perut bergemuruh

menunggu adzan Magrib bersenandung

 

Namun mengapa engkau cemburu

kala tiba waktu dzuhur

sekelompok orang menikmati sangu?

 

Bukankah engkau para penahan nafsu…

Yang menahan lapar dan haus,

dan menahan rasa pilu

 

Namun mengapa engkau tersinggung

kala dahaga tak disambut dengan minum,

dibiarkan terbuka warung-warung?

 

Bukankah sedang kau didik jiwamu…

Biar di hadapanmu seribu kue bolu,

tak kau biarkan dirimu terpengaruh.

 

Apa artinya melakukan niat shaum,

jika dirimu mudah terganggu

oleh orang yang tak seilmu

 

Apa artinya bangun sebelum subuh,

jika lingkungan kau hukum

atas lemahnya tekadmu

 

Berpuasa itu satu:

menahan hawa nafsu,

meski dunia menggodamu.

Bukan merubah lingkunganmu,

agar tak muncul nafsumu.

 

Demikianlah cara terpadu

mengabdi pada Penciptamu.

tanda-tutup-300x273
antiliberalnews.com

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s